rss_feed

Desa Bonto Macinna

Jl. Andi Abd Djabbar
Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan
Kode Pos 92561

Hari Libur Nasional
Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka)
  • Syafruddin

    Kaur Pemerintahan

  • Supardi Rustam

    Kaur Umum

  • Muhammad tasri

    Bendahara

  • Syafi-i. SE

    Kaur Pembangunan

  • Mahrup

    Kaur Keamanan dan Ketertiban

  • Andi Mulhariddien Djabbar

    Kepala Desa

  • Muhlis

    Sekretaris Desa

settings Pengaturan Layar

Selamat Datang di Sistem Informasi Desa Bonto Macinna Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan
Bulan Ini
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang
Bulan Lalu
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang

0

Hari Ini

0

Kemarin

0

Minggu Ini

0

Bulan Ini

0

Bulan Lalu

0

Tahun Ini

0

Tahun Lalu

0

Total
fingerprint
SDG Nomor 1 : Desa Tanpa Kemiskinan

19 Jan 2021 09:25:04 28 Kali

SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun,salah satunya adalah Desa Tanpa Kemiskinan

Tujuan ini menargetkan pada tahun 2030 kemiskinan di desa mencapai 0 persen. Artinya, pada tahun 2030, tidak boleh ada penduduk miskin di desa. Untuk mencapai target tersebut, tentu banyak kebijakan yang harus diambil dan dilaksanakan bersama-sama, dalam rangka pencapaian tujuan Desa tanpa kemiskinan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah desa, seperti, meningkatkan pendapatan penduduk miskin, menjamin akses terhadap pelayanan dasar serta melindungi seluruh masyarakat dari segala bentuk bencana.

Saat ini, kemiskinan masih menjadi problem semua negara di dunia. Karena itulah, agenda utama SDGs adalah menghapuskan kemiskinan di dunia pada tahun 2030. Dalam Outcome Document Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development, disebutkan tujuan utama pembangunan adalah mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (end poverty in all its forms everywhere). 

Dalam RPJPN 2005-2025, masalah kemiskinan dilihat dalam kerangka multidimensi, karenanya kemiskinan bukan hanya terkait ukuran pendapatan, melainkan menyangkut beberapa hal, antara lain: (i) kerentanan dan kerawanan orang atau masyarakat untuk menjadi miskin; (ii) menyangkut ada/tidak adanya pemenuhan hak dasar warga dan ada/tidak adanya perbedaan perlakuan seseorang atau kelompok masyarakat dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.

Untuk mengukur kemiskinan, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.

Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2020 mencapai 26,42 juta orang. Dibandingkan dengan Maret 2019, jumlah penduduk miskin Indonesia meningkat sebanyak 1,28 juta orang. Persentase penduduk miskin pada Maret 2020 tercatat sebesar 9,78 persen, meningkat 0,37 persen dari Maret 2019. Sedangkan berdasarkan daerah tempat tinggal, persentase tingkat kemiskinan di desa pada Maret 2020 sebesar 12,82 persen, turun 0,03 persen dari bulan Maret 2019 yang mencapai 12,85 persen, sedangkan tingkat kemiskinan di wilayah kota malah naik 0,69 persen, dari 6,69 persen menjadi 7,38 persen.

Tabel 1. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin menurut Daerah, Maret 2019–Maret 2020

Daerah/Tahun

Jumlah Penduduk Miskin (juta orang)

Persentase Penduduk Miskin

Perkotaan

 

 

Maret 2019

9,99

6,69

Maret 2020

11,16

7,38

Perdesaan

 

 

Maret 2019

15,15

12,85

Maret 2020

15,26

12,82

Total

 

 

Maret 2019

25,14

9,41

Maret 2020

26,42

9,78

Sumber: BPS, 2020

Disagregasi menurut daerah tempat tinggal menunjukkan bahwa penduduk perkotaan juga memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan yang lebih besar dibandingkan penduduk di perdesaan. Akan tetapi, pangsa pengeluaran pangannya lebih kecil. Rata-rata setiap penduduk di perdesaan menghabiskan 913.649 rupiah dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan, yaitu makanan (Rp 508.685) dan bukan makanan (Rp 404.964). Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya digunakan membeli komoditas makanan. Di sisi lain, penduduk perkotaan menghabiskan lebih dari satu juta rupiah setiap bulannya (Rp 1.436.282 /kapita/bulan). Dari jumlah tersebut, hanya 45,97 persen yang digunakan untuk membeli komoditas makanan.

Tabel 2. Pangsa Pengeluaran Pangan menurut Daerah Tempat Tinggal, September 2019

Kota dan Desa

49,21

Desa

55,68

Kota

45,97

Sumber: BPS, 2019

Dalam rangka mencapai target 0 persen kemiskinan di desa pada tahun 2030, ada beberapa sasaran yang harus dicapai di desa. Diantaranya, sebanyak 100 persen masyarakat desa memiliki kartu jaminan kesehatan; penyandang difabilitas miskin dan perempuan kepala keluarga (PEKKA) 100 persen menerima bantuan pemenuhan kebutuhan dasar; cakupan layanan kesehatan, persalinan dan imunisasi, pemakaian kontrasepsi, akses air minum dan sanitasi baik 40 persen penduduk berpenghasilan terendah; akses dan layanan pendidikan; hunian yang layak untuk penduduk berpendapatan rendah; serta terpenuhinya kebutuhan dasar lainnya.

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

folder Arsip Artikel


assessment Statistik

share Sinergi Program

insert_photo Galeri

account_circle Pemerintah Desa

message Komentar Terkini

  • person B C H T

    date_range 01 April 2023 17:39:50

    Ini perlu dicoba ... Sy blm sempat ke kedai mami [...]
  • person Amir Mariana

    date_range 20 Oktober 2022 14:16:18

    Luar biasa pak desaku. ini yang Kami suka kerja2 bagus [...]
  • person Muh Tasri

    date_range 03 Agustus 2022 11:50:39

    POP install aplikasi atumatis muncul saat pertama kali [...]
  • person Andis Ros

    date_range 27 Juli 2022 14:57:42

    Itu sertifkat prona kah yg dibagikan pak desa? [...]
  • person Bachtiar

    date_range 18 Juli 2022 17:04:07

    Ni Kompak pemudanya dalam hal kebaikan. Mari menjaga [...]
  • person ANas

    date_range 12 Juli 2022 11:07:06

    Luar biasa pak Andi Iccu dalam membantu masyarakat [...]
  • person Arman

    date_range 11 Juli 2022 19:13:20

    Sukses selalu buat teman2 Karang taruna Bangkit Karya [...]
  • person Randy

    date_range 14 September 2016 06:09:16

    Assalamu Alaikum pak,Bagaimana Cara memesan website [...]

contacts Media Sosial

map Wilayah Desa

Alamat : Jl. Andi Abd Djabbar
Desa : Bonto Macinna
Kecamatan : Gantarang
Kabupaten : Bulukumba
Kodepos : 92561
Telepon :
No. HP :
Email :
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDesa 2022 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

Pendapatan Desa
Rp. 1.613.959.654,00 | Rp. 1.613.959.654,00
100 %
Belanja Desa
Rp. 1.966.568.820,00 | Rp. 1.966.568.820,00
100 %
insert_chart
APBDesa 2022 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp. 2.000.000,00 | Rp. 2.000.000,00
100 %
Dana Desa
Rp. 1.610.259.654,00 | Rp. 1.610.259.654,00
100 %
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp. 1.700.000,00 | Rp. 1.700.000,00
100 %
insert_chart
APBDesa 2022 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp. 741.187.065,00 | Rp. 741.187.065,00
100 %
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp. 446.021.090,00 | Rp. 446.021.090,00
100 %
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp. 101.997.265,00 | Rp. 101.997.265,00
100 %
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp. 279.663.400,00 | Rp. 279.663.400,00
100 %
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp. 397.700.000,00 | Rp. 397.700.000,00
100 %